Rembug Stunting Kecamatan Kebon Jeruk 2026 Perkuat Kolaborasi dan Intervensi Tepat Sasaran

PORTAL INFOKOM — Pemerintah Kecamatan Kebon Jeruk menggelar Rembug Stunting Kecamatan Kebon Jeruk Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Kebon Jeruk, Selasa (15/9/2026). Forum tersebut menjadi momentum penguatan koordinasi lintas sektor dalam mempercepat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui intervensi berbasis data yang akurat dan tepat sasaran.

Kegiatan yang diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai unsur lintas sektor itu membahas strategi pengendalian faktor risiko stunting sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor kesehatan, unsur kewilayahan, TP PKK, Posyandu, serta pemangku kepentingan terkait.

Wakil Camat Kebon Jeruk Nurul Gusti Sahara Ayu, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat hingga tingkat kelurahan dalam upaya menurunkan angka stunting.

Menurutnya, penanganan stunting tidak cukup hanya dilakukan terhadap balita yang telah mengalami stunting. Upaya pencegahan juga harus dilakukan dengan mengendalikan berbagai faktor risiko sejak dini.

“Pemanfaatan data yang akurat menjadi hal penting agar intervensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga,” demikian penekanan dalam forum tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Irwan Sah Budi dari Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Barat menyampaikan materi mengenai percepatan penurunan stunting berbasis bukti.

Ia menjelaskan, pengendalian risiko stunting perlu dilakukan secara komprehensif melalui empat aspek utama, yakni faktor biologis, perilaku dan pengasuhan, lingkungan dan akses, serta sistem dan tata kelola.

Selain itu, Irwan memaparkan pentingnya penerapan konsep satu keluarga satu profil berdasarkan SK e-0043/2025. Konsep tersebut mencakup pemetaan zona risiko, penyediaan profil data yang interoperabel, serta pelaksanaan tindak lanjut dan rujukan hingga tuntas.

Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dan para pemangku kepentingan mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan intervensi secara lebih cepat dan tepat, sekaligus memastikan program yang diberikan sesuai dengan faktor risiko yang dihadapi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kebon Jeruk, dr. Linda Lidya, M.Epid., memaparkan sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya stunting. Faktor tersebut antara lain kurangnya asupan gizi, pola asuh yang kurang tepat, serta kondisi sanitasi lingkungan yang belum memadai.

Ia menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, imunisasi dasar lengkap, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Berdasarkan data hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 410 balita stunting di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 268 balita atau 65,59 persen telah mendapatkan rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Selain penanganan melalui rujukan, Puskesmas Kebon Jeruk juga menjalankan intervensi pemberian makanan tambahan (PMT). Sepanjang Februari hingga September 2026, PMT diberikan kepada 1.200 anak dengan kondisi Weight Faltering dan 102 anak dengan kondisi Under Weight.

Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam memperkuat strategi intervensi agar penanganan tidak hanya berfokus pada kondisi stunting yang sudah terjadi, tetapi juga diarahkan pada pencegahan dan pengendalian faktor risiko yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Melalui Rembug Stunting Kecamatan Kebon Jeruk Tahun 2026, pemerintah kecamatan bersama seluruh unsur terkait berkomitmen memperkuat koordinasi dan sinergi dalam memastikan program pencegahan serta penanganan stunting berjalan secara terarah.

Kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan data yang akurat diharapkan mampu memastikan setiap keluarga mendapatkan intervensi sesuai kebutuhan, sehingga upaya penurunan stunting di Kecamatan Kebon Jeruk dapat dilakukan secara tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.

+ There are no comments

Add yours