PORTAL INFOKOM – Pada 23 Februari 1979, band punk legendaris Sex Pistols merilis single “Somethin’ Else / Friggin’ in the Riggin’”, hanya tiga minggu setelah kematian bassist sekaligus ikon kontroversial mereka, Sid Vicious. Meski band tersebut sudah berada di ambang kehancuran, lagu ini justru melesat hingga peringkat ke-3 tangga lagu Inggris, menjadikannya single dengan posisi tertinggi kedua sepanjang karier grup tersebut.
Single ini secara resmi dikreditkan sebagai “Sex Pistols: vocals Sid Vicious” pada sisi A dan “Sex Pistols: vocals Steve Jones” pada sisi B. Rilis tersebut merupakan bagian dari strategi manajer band, Malcolm McLaren, untuk mempertahankan eksistensi nama Sex Pistols setelah vokalis utama Johnny Rotten keluar dari band pada awal 1978.
Bagian dari proyek film kontroversial
Single ini dirilis melalui label Virgin Records sebagai pengantar untuk soundtrack film The Great Rock ’n’ Roll Swindle. Film tersebut menghadirkan versi satir dan kacau dari sejarah Sex Pistols, dengan berbagai vokalis dan rekaman studio yang tidak biasa.
McLaren bahkan sempat mencoba menjadikan Sid Vicious sebagai frontman baru band. Dalam proyek ini, Sid merekam dua lagu cover milik legenda rockabilly Eddie Cochran, yaitu “Somethin’ Else” dan “C’mon Everybody”. Namun sebelum sempat membangun karier vokal yang stabil, Sid meninggal secara mendadak pada Februari 1979.
Lagu klasik yang dihidupkan kembali
“Somethin’ Else” pertama kali ditulis pada 1959 oleh Eddie Cochran bersama saudaranya Bob Cochran dan penulis lagu Sharon Sheeley. Lagu tersebut menceritakan kisah sederhana seorang pemuda yang bermimpi memiliki mobil keren dan memberanikan diri mengajak seorang gadis berkencan.
Versi asli Cochran hanya mencapai posisi No. 22 di Inggris dan No. 58 di Amerika Serikat, namun interpretasi kasar ala Sex Pistols justru melampaui pencapaian tersebut di Inggris. Dengan vokal Sid yang mentah dan penuh energi, lagu ini menarik perhatian publik sekaligus memperkuat reputasi band sebagai simbol pemberontakan punk.
B-side penuh humor kasar
Di sisi B, gitaris Steve Jones menyanyikan “Friggin’ in the Riggin’”, adaptasi cabul dari lagu pelaut tradisional “Good Ship Venus”. Lagu minum kuno ini dikenal karena liriknya yang semakin vulgar dari bait ke bait, biasanya dinyanyikan dalam bentuk sajak limerick.
Dalam film The Great Rock ’n’ Roll Swindle, lagu tersebut diputar sebagai penutup film di bagian kredit akhir, menghadirkan humor kasar yang menjadi ciri khas gaya Sex Pistols.
Reaksi publik yang beragam
Single ini memicu berbagai reaksi dari pendengar. Sebagian penggemar mengingat bagaimana mereka memutar lagu tersebut di jukebox bar hanya untuk melihat reaksi orang-orang terhadap lirik sisi B yang provokatif. Tidak sedikit pula orang tua yang marah ketika anak-anak mereka memutar lagu tersebut di rumah.
Meski kontroversial, popularitasnya tetap tinggi. Pada saat itu, lagu ini bahkan bersaing di tangga lagu dengan hit disko seperti “I Will Survive” milik Gloria Gaynor dan “In the Navy” dari Village People.
Visual provokatif khas punk
Desain poster dan artwork single ini dibuat oleh seniman grafis Jamie Reid. Reid dikenal dengan gaya kolase potong-tempel yang konfrontatif, estetika yang sebelumnya juga ia gunakan pada rilisan Sex Pistols seperti “Anarchy in the U.K.” dan “God Save the Queen”.
Pendekatan visual tersebut terinspirasi dari ide-ide radikal gerakan Situationist International dan semangat protes mahasiswa era 1960-an, yang ikut membentuk identitas visual punk.
Bukti nama Sex Pistols masih berpengaruh
Keberhasilan “Somethin’ Else / Friggin’ in the Riggin’” menunjukkan bahwa bahkan setelah keluarnya Johnny Rotten dan meninggalnya Sid Vicious, nama Sex Pistols masih memiliki daya tarik besar.
Bagi banyak pengamat musik, kesuksesan ini menjadi bukti bahwa semangat punk yang kacau dan menantang norma masih mampu menarik perhatian publik — bahkan ketika bandnya sendiri sudah hampir menjadi bagian dari sejarah.


+ There are no comments
Add yours