Banser Pertebal Pengamanan Muktamar NU 35 Pascademonstrasi

PORTAL INFOKOM – Pengamanan Muktamar NU 2026 di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, diperkuat dengan keterlibatan personel Banser setelah aksi demonstrasi yang menyuarakan penolakan terhadap aturan persyaratan calon Ketua Umum PBNU, Minggu (30/8/2026).

Sebelumnya, Banser, Ansor, dan Pagar Nusa tidak terlibat langsung dalam pengamanan inti di dalam area Muktamar. Personel Banser hanya ditempatkan di ring tiga, terutama di sejumlah ruas jalan sekitar lokasi, sementara pengamanan di dalam area menjadi tanggung jawab panitia lokal.

Namun, setelah panitia lokal menyatakan membutuhkan dukungan tambahan, Banser bersama Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor dan Pagar Nusa mengambil peran dalam pengamanan Muktamar.

Kepala Provost Nasional sekaligus Kepala Operasional Pengamanan Muktamar, Ahmad Syafi’i, mengatakan setelah dilakukan apel dan koordinasi, komando pengamanan selanjutnya berada di bawah Pimpinan Pusat GP Ansor dan Komandan Banser Nasional hingga seluruh rangkaian Muktamar selesai.

“Ketika Panlok menyatakan tidak mampu mengamankan Muktamar, kita siap menurunkan pasukan. Setelah kita apel dan melakukan koordinasi, pengamanan Muktamar mulai saat itu berada di Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor sebagai panglima tertinggi dan Komandan Banser Nasional,” ujar Ahmad.

Dalam menangani aksi demonstrasi, Banser memilih mengedepankan pendekatan persuasif. Personel melakukan komunikasi langsung dengan massa aksi yang dinilai masih merupakan bagian dari keluarga besar NU.

“Kita dekati satu per satu, karena mereka juga teman, saudara dan sama-sama dari NU. Dengan sendirinya mereka mundur sendiri, tanpa kita paksa,” ungkapnya.

Ahmad menegaskan, Banser tetap siap melakukan pengamanan apabila terjadi aksi lanjutan yang berpotensi mengganggu jalannya Muktamar. Namun, ia mengimbau seluruh pihak yang ingin menyampaikan aspirasi agar tetap mengedepankan cara-cara santun serta menghormati norma dan etika Nahdlatul Ulama.

“Silakan menyampaikan aspirasi dengan santun, tidak masalah. Yang penting norma dan etika harus tetap dijaga sesuai dengan etika Nahdlatul Ulama dan para masyayikh,” tegasnya.

Ia menambahkan, personel Banser bersama unsur pengamanan lainnya akan tetap bersiaga selama rangkaian Muktamar berlangsung untuk memastikan seluruh agenda berjalan aman dan tertib.

“Kalau memang sampai terjadi dan cara menyampaikan orasi tidak santun, Banser siap bersama Pagar Nusa untuk mengamankan,” pungkasnya.

+ There are no comments

Add yours