GP Ansor Tegaskan Komitmen Kebangsaan Di Istana Negara

PORTAL INFOKOM — Mewakili Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Dr Rangga Afianto, menegaskan komitmen organisasi untuk terus mengambil bagian dalam menjaga persatuan serta mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata bagi bangsa. Pesan tersebut disampaikannya setelah menghadiri upacara peringatan detik-detik Proklamasi HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Dalam upacara kenegaraan tersebut, Rangga hadir mengenakan seragam GP Ansor berwarna hijau. Pilihan pakaian itu tidak sekadar menunjukkan identitas organisasi, tetapi juga menjadi pengingat terhadap perjalanan panjang GP Ansor dan warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam sejarah perjuangan kebangsaan.

Rangga mengatakan, semangat perjuangan tidak berakhir setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Menurut dia, tantangan generasi muda saat ini adalah meneruskan perjuangan tersebut melalui pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kalau dahulu perjuangannya adalah merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini perjuangan kita adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan,” kata Rangga dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Dalam konteks pembangunan nasional, GP Ansor menyatakan dukungan terhadap berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih. Rangga menekankan, dukungan tersebut diberikan sepanjang kebijakan yang dijalankan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta kemajuan Indonesia.

“GP Ansor tegas mendukung program-program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen kebangsaan untuk bersama-sama membangun Indonesia, bukan sekadar dukungan secara simbolik, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai organisasi kepemudaan mempunyai posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus bagian dari kekuatan masyarakat. Peran tersebut, kata Rangga, dapat diwujudkan dengan mendorong pelaksanaan program pembangunan tanpa menghilangkan fungsi kontrol dalam kehidupan demokrasi.

“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok. Ketika pemerintah memiliki program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat Indonesia, GP Ansor siap mengambil bagian untuk mengawal dan menyukseskannya,” tutur Rangga.

Menurut dia, keterlibatan GP Ansor dalam agenda kebangsaan memiliki landasan historis yang kuat. GP Ansor bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) disebut menjadi bagian dari perjalanan warga NU dalam mempertahankan eksistensi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peran tersebut berlangsung lintas zaman, mulai dari masa sebelum kemerdekaan, periode mempertahankan kemerdekaan, hingga era pembangunan. Para kader Ansor dan Banser dinilai terus beradaptasi dengan tantangan yang dihadapi bangsa pada setiap periode.

Karena itu, Rangga mengingatkan generasi muda agar tidak hanya memahami sejarah sebagai bagian dari masa lalu, tetapi menjadikannya sebagai pijakan untuk menentukan bentuk pengabdian pada masa kini.

“Seragam ini mengingatkan kita bahwa ada sejarah panjang yang harus kita hormati. Ada perjuangan para pendahulu, para ulama, dan para pemuda yang telah memberikan tenaga, pikiran, bahkan pengorbanan untuk Indonesia. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan itu dalam bentuk yang sesuai dengan zaman,” jelasnya.

Di tengah keberagaman pakaian adat yang dikenakan peserta dalam peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, seragam hijau GP Ansor yang dikenakan Rangga pun menjadi penanda identitas organisasi. Namun, lebih dari sekadar simbol, kehadiran tersebut menegaskan pesan bahwa semangat kebangsaan perlu terus diwujudkan melalui kerja bersama, persatuan, dan kontribusi konkret bagi masyarakat.

+ There are no comments

Add yours