Jejak Sejarah Mesjid Jami Al Anwar: Perpaduan Budaya Bali, Cina, dan Belanda di Jakarta Barat

PORTAL INFOKOM – Mesjid Jami Al Anwar yang terletak di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Mesjid ini diyakini dibangun oleh sekelompok orang Bali di Batavia pada tahun 1761.

Menurut cerita, mesjid ini didirikan oleh Silpi, sekelompok orang Bali, pada tahun 1761. Terletak di daerah Kampung Bebek Jalan Pangeran Tubagus Angke, Jakarta Barat, bangunan mesjid ini mencerminkan perpaduan berbagai keragaman budaya.

Bangunan mesjid ini menciptakan harmoni antara keberagaman budaya. Arsitekturnya, seorang Cina, memberikan sentuhan khas dengan atap bersusun yang mengingatkan pada rumah-rumah Cina. Atap mesjid juga menunjukkan sentuhan arsitektur Bali, menciptakan kesan unik dan menarik.

Daun pintu mesjid yang tinggi dan besar, dengan kusen berukir motif khas arsitektur Belanda tempo dulu, memberikan keindahan tersendiri. Kisi-kisi jendela mesjid yang diukir mencerminkan pengaruh Jawa dan Cina, menambah kekayaan budaya dalam struktur bangunan.

Kampung Bebek, di mana Mesjid Jami Al Anwar berdiri, telah dihuni oleh orang-orang Bali sejak tahun 1667. Awalnya datang sebagai perantau atau budak belian, mereka juga membangun daerah pemukiman di Meester Cornelis atau Jatinegara. Bahkan hingga saat ini, terdapat daerah bernama Kampung Bali Jatinegara.

Pusat pemukiman orang Bali kemudian meluas ke berbagai daerah di Jakarta, termasuk Krukut, Kampung Pisang Batu di Jakarta Utara, Kampung Pekojan, dan Angke. Di Angke sendiri, masih terdapat perkampungan Bali lainnya yang dikenal sebagai Kampung Gusti, dibangun pada tahun 1709 oleh Gusti Ktut Bedulu.

Orang Bali yang bermukim di Betawi, terutama sebagai tentara, dikenal dengan keahlian mereka dalam permainan tombak. Keahlian ini membuat mereka dihormati hingga ke India dan Persia. Prajurit Bali pada waktu itu amat ditakuti berkat kemahiran mereka dalam seni bela diri.

Mesjid Jami Al Anwar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menyimpan kisah panjang tentang perpaduan budaya dan jejak sejarah orang Bali yang turut membentuk Jakarta Barat yang kita kenal saat ini.

+ There are no comments

Add yours