GP Ansor Perkuat Kaderisasi dan Ekosistem Ekonomi di Papua Barat, Rustam Hatala Soroti Tantangan Wilayah Timur

PORTAL INFOKOM – Konferensi Wilayah I Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Papua Barat dan Papua Barat Daya berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan komitmen organisasi. Dalam kesempatan tersebut, Rustam Hatala mendapat mandat mewakili Ketua Umum Addin Jauharudin untuk memberikan arahan sekaligus memimpin jalannya konferensi bersama Koordinator Wilayah Maswatu.

Dalam sambutannya, Rustam menegaskan bahwa penugasan di wilayah Indonesia Timur selalu menghadirkan dinamika tersendiri. Tantangan geografis yang berat, keterbatasan finansial, serta kompleksitas sosial budaya menjadi faktor yang membedakan kondisi kader di Papua dibandingkan dengan wilayah lain, khususnya Pulau Jawa yang memiliki basis Nahdlatul Ulama (NU) lebih besar.

“Faktor geografis menjadi tantangan utama. Tidak mudah bagi sahabat-sahabat Ansor di Papua untuk menjaga semangat dan menghidupkan organisasi ini. Namun justru di situlah letak kekuatan mereka,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kader lokal yang selama ini konsisten menjaga eksistensi organisasi. Nama-nama seperti Abdul Salam Madhy, Rumkel Aeimein Aminudin, serta dukungan para instruktur dari pusat seperti Herry Budhie dan Abdul Mufid disebut sebagai bagian penting dalam proses kaderisasi di wilayah tersebut.

Menurut Rustam, tantangan organisasi saat ini tidak hanya terletak pada penguatan ideologi kader, tetapi juga pada pembangunan sistem pendukung yang berkelanjutan. Ia menilai langkah Ketua Umum GP Ansor dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta membangun ekosistem ekonomi kader merupakan strategi yang tepat dan relevan.

“Fokus pada kemandirian ekonomi kader akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi. Program-program seperti BUMA, Patriot Ketahanan Pangan, hingga Ansor University merupakan bagian dari strategi besar membangun ekosistem tersebut,” jelasnya.

Ia juga menyoroti fenomena positif dalam satu tahun terakhir, di mana kader di berbagai daerah mulai menunjukkan inisiatif ekonomi mandiri. Produk-produk usaha kader kini semakin sering diperkenalkan dalam setiap kunjungan organisasi, mencerminkan efek “diffusion of innovation” yang digagas oleh Ketua Umum.

Namun demikian, Rustam menyayangkan masih adanya narasi negatif di media sosial yang menyebut GP Ansor tidak berkontribusi. Ia menegaskan bahwa kerja-kerja organisasi tetap berjalan secara nyata di lapangan.

“Gerakan GP Ansor hari ini sangat progresif. Tudingan bahwa organisasi tidak berbuat apa-apa jelas tidak berdasar,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Rustam mengajak seluruh kader untuk tetap berkhidmat dan berpegang teguh pada komitmen organisasi, dari tingkat pusat hingga ranting.

Konferensi wilayah tersebut juga menetapkan Rudhy Dhewa Hengghy sebagai Ketua PW GP Ansor Papua Barat masa khidmat 2026–2030. Keputusan ini diharapkan membawa semangat baru bagi penguatan organisasi di wilayah Papua.

“Ber-Ansor harus dilandasi niat khidmat untuk kebaikan bersama,” pungkas Rustam.

+ There are no comments

Add yours