Search
banser tanggap bencana

Di Bawah Komando Kasatsusnas Mahdani Hamzah Bagana Terobos Medan Berat Salurkan Bantuan Bencana Aceh

PORTAL INFOKOM – Tim Banser Tanggap Bencana (Bagana) tiba di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, untuk melakukan peninjauan sekaligus penyaluran bantuan kepada warga terdampak banjir bandang. Bencana tersebut menyebabkan seluruh 318 kepala keluarga (KK) di desa itu terdampak langsung.

Data sementara mencatat sebanyak 45 unit rumah hilang atau hancur tersapu arus banjir bandang. Selain kerusakan material, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, masing-masing seorang laki-laki dewasa dan seorang bayi.

Hingga saat ini, seluruh warga terdampak masih bertahan di posko pengungsian yang berlokasi di Kantor Kecamatan Peusangan Selatan dan Kantor Desa setempat. Keterbatasan logistik serta kondisi psikologis para pengungsi menjadi tantangan utama dalam penanganan pascabencana.

Kasatsusnas Bagana, H. Mahdani Hamzah, turun langsung meninjau lokasi terdampak sekaligus mendistribusikan bantuan kemanusiaan bersama personel Banser Tanggap Bencana (Bagana). Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar bagi para pengungsi, seperti logistik pangan dan perlengkapan darurat.

Selanjutnya, pada 21 Desember 2025, tim Bagana melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah dengan menempuh perjalanan selama 12 jam. Dua wilayah tersebut sebelumnya sempat terisolasi akibat bencana, menyusul longsor yang memutus jalur transportasi. Akses menuju daerah tersebut baru dapat dibuka tiga hari setelah kejadian.

Dalam perjalanan, tim Bagana mengalami kendala serius. Mereka sempat terjebak selama sekitar delapan jam di kawasan longsor akibat akses yang terputus total serta ketiadaan jaringan komunikasi. Meski demikian, tim tetap melanjutkan misi kemanusiaan setelah jalur dapat dilalui secara terbatas.

“Medan yang berat dan minimnya akses tidak menyurutkan upaya kami untuk memastikan bantuan sampai ke warga yang membutuhkan,” ujar Mahdani Hamzah.

Pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan lanjutan serta mengupayakan pemulihan akses, sembari memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. Warga berharap adanya langkah cepat dalam penanganan lanjutan, termasuk relokasi sementara dan rehabilitasi permukiman yang rusak.

PORTAL INFOKOM 2026 copyright all right reserved.

Scroll to Top