PORTAL INFOKOM – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menyiapkan sekitar 850 posko mudik Lebaran di berbagai wilayah Indonesia guna membantu kelancaran arus mudik Idulfitri 2026. Posko-posko tersebut akan beroperasi mulai H-7 hingga H+7 Lebaran dan melibatkan kader Banser di seluruh daerah.
Koordinator Posko Mudik Banser, Abdul Mupid, mengatakan jaringan posko tersebut akan ditempatkan di sejumlah jalur strategis, mulai dari jalur darat di Pulau Jawa hingga wilayah Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Indonesia Timur.
“Posko akan kita dirikan di berbagai titik jalur mudik, termasuk jalur penyeberangan laut di beberapa dermaga. Tahun ini kita memperluas fokus pelayanan agar pemudik di jalur laut juga mendapat fasilitas yang sama,” kata Abdul Mupid dalam diskusi publik yang digelar di Jakarta.
Menurutnya, keberadaan posko mudik merupakan bagian dari tradisi pelayanan sosial kader Nahdlatul Ulama setiap musim mudik Lebaran. Posko tersebut tidak hanya melayani warga NU, tetapi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Pemudik itu bukan hanya umat Islam. Semua warga negara yang pulang kampung saat Lebaran bisa memanfaatkan fasilitas di posko kami,” ujarnya.
Dalam operasionalnya, posko mudik Banser akan menyediakan berbagai layanan bagi pemudik, antara lain layanan kesehatan, tempat istirahat, makanan dan minuman gratis, hingga bantuan perbaikan kendaraan. Beberapa kader Banser yang memiliki keterampilan teknis juga akan disiagakan untuk membantu pemudik yang mengalami kendala kendaraan di perjalanan.
“Kami siapkan juga layanan tambal ban dan perbaikan ringan kendaraan. Tujuannya agar pemudik bisa melanjutkan perjalanan dengan aman,” jelasnya.
Selain itu, posko juga akan menyediakan layanan medis yang melibatkan unsur relawan kesehatan Banser. Bahkan, beberapa posko akan menyediakan layanan pengobatan tradisional bagi pemudik yang membutuhkan.
Tak hanya layanan teknis, posko mudik Banser juga akan menyediakan takjil, minuman gratis, serta makanan bagi pemudik yang melintas.
Menurut Mupid, seluruh posko tersebut dibangun secara swadaya oleh kader Banser di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian kader NU kepada masyarakat.
“Sebagian besar posko berdiri tanpa dukungan pendanaan khusus. Ini murni dari semangat kader Banser untuk berbuat kebaikan dan melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme kader Banser di seluruh Indonesia yang tetap bersiaga selama periode mudik, bahkan hingga setelah Hari Raya Idulfitri.
“Ketika orang lain merayakan Lebaran bersama keluarga, banyak kader Banser yang masih berjaga di posko untuk memastikan pemudik selamat sampai tujuan,” kata dia.
Banser juga berkoordinasi dengan sejumlah lembaga dan badan otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk menyukseskan layanan mudik tersebut. Posko-posko yang didirikan juga akan memanfaatkan masjid-masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat singgah bagi pemudik.
“Ini kerja bersama. Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Mupid.
Ia menambahkan, kehadiran posko mudik juga menjadi bagian dari komitmen Banser dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat. Dalam konteks tersebut, Banser mengusung tema “Banser Jaga Negeri” sebagai semangat pelayanan kepada masyarakat.
“Apapun situasi yang terjadi di negeri ini, Banser harus siap hadir dan membantu masyarakat,” katanya.


+ There are no comments
Add yours