PORTAL INFOKOM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan program mudik gratis 2026 dengan melibatkan berbagai badan otonom (Banom) dan lembaga di lingkungan organisasi. Program tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman sekaligus memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.
Program ini dibahas dalam diskusi ngabuburit yang menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai lembaga NU, antara lain perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pagar Nusa, Gerakan Pemuda Ansor, Banser, Lazisnu, dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama.

Pendaftaran mudik gratis PBNU dibuka pada 10–11 Maret 2026 dengan rencana pemberangkatan menggunakan lebih dari 30 armada bus. Program ini merupakan bagian dari layanan sosial NU untuk masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Dalam diskusi tersebut, para narasumber juga menyoroti dinamika geopolitik di Timur Tengah yang dinilai berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia.
Ketua Lembaga Takmir Masjid PBNU, Muhammad Mahdum, menjelaskan bahwa konflik di kawasan tersebut dapat memicu kenaikan harga minyak, gangguan penerbangan, serta berdampak pada industri perjalanan haji dan umrah.
“Jika harga minyak naik, dampaknya akan terasa pada harga kebutuhan pokok. Karena itu masyarakat perlu mulai mengatur konsumsi dan lebih fokus pada kebutuhan yang penting,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai konflik tersebut juga memengaruhi ekosistem ekonomi lain seperti biro perjalanan, pemandu umrah, transportasi, hingga penyedia katering bagi jamaah.
Meski demikian, Mahdum menilai masyarakat Indonesia memiliki solidaritas sosial yang kuat saat menghadapi tekanan ekonomi. Ia mencontohkan pengalaman lembaga filantropi yang menunjukkan bahwa solidaritas masyarakat justru meningkat ketika terjadi krisis.
Penguatan Spiritualitas dan Solidaritas
Sekretaris Jenderal Pagar Nusa Ahmad Sudrajat menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak konflik global. Menurutnya, pemerintah telah memberi sinyal kewaspadaan terhadap potensi gangguan ekonomi, termasuk kemungkinan kenaikan harga pangan dan energi.
“Momentum Ramadan harus menjadi kekuatan spiritual untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk situasi geopolitik global,” kata Sudrajat.
Ia juga mendukung kebijakan doa bersama dan pelaksanaan qunut nazilah sebagai bentuk solidaritas spiritual umat Islam terhadap konflik yang terjadi.
Peran Generasi Muda NU
Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Muhammad Akil Nuruzzaman menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ketenangan publik di tengah derasnya informasi di media digital.
Menurutnya, konflik global tidak hanya berlangsung di medan perang, tetapi juga melalui propaganda media.
“Generasi muda NU harus cerdas menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi narasi yang memecah belah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kader muda NU juga didorong aktif menjadi relawan dalam pelaksanaan program mudik gratis.
850 Posko Banser untuk Pemudik
Dari sisi pengamanan dan pelayanan, Banser menyiapkan sekitar 850 posko mudik di berbagai wilayah Indonesia. Posko tersebut akan beroperasi mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.
Koordinator posko mudik dari Banser, Mufid, mengatakan posko akan tersebar di jalur darat, pelabuhan penyeberangan, hingga kawasan strategis di berbagai daerah.
“Layanan yang disediakan antara lain kesehatan, tempat istirahat, makanan dan minuman gratis, hingga bantuan perbaikan kendaraan,” katanya.
Posko tersebut juga akan bekerja sama dengan masjid-masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat istirahat bagi para pemudik.
Mudik Ramah Perempuan, Anak, dan Lansia
Direktur Eksekutif Lazisnu, Riri, menambahkan bahwa penyelenggaraan mudik tahun ini akan memperhatikan kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan lansia.
Menurutnya, perjalanan jarak jauh membutuhkan perhatian khusus bagi kelompok tersebut agar tetap nyaman selama perjalanan.
“Kami ingin memastikan layanan mudik ini ramah bagi semua peserta, terutama perempuan, anak-anak, dan lansia,” ujarnya.
Selain itu, Lazisnu juga mengangkat tema “Solidaritas Ramadan” dengan fokus membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana.
Kolaborasi Besar Lintas Lembaga NU
PBNU menekankan bahwa program mudik gratis merupakan bentuk kolaborasi besar antara lembaga dan Banom NU.
Selain transportasi, masjid-masjid di jaringan NU juga diimbau untuk membuka layanan bagi pemudik, mulai dari tempat istirahat, fasilitas ibadah, hingga layanan sosial.
Melalui program tersebut, NU berharap dapat menghadirkan pelayanan publik yang bermanfaat sekaligus memperkuat solidaritas sosial masyarakat menjelang Idulfitri.


+ There are no comments
Add yours