8 Tahun Yayasan Amazing New Beginning (YANB): Menyalakan Terang Kemanusiaan Lintas Batas demi Indonesia yang Sehat dan Adil

JAKARTA – Delapan tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah lembaga sosial untuk terus konsisten berdiri di garis depan pelayanan kemanusiaan.

Mengusung misi mulia di bidang pengobatan gratis, Yayasan Amazing New Beginning (YANB) telah menjejakkan pengabdiannya ke berbagai penjuru Nusantara—mulai dari Banten, Samosir, Lampung, Bengkulu, Tojo Una-Una, Kediri, Bogor, Sukabumi, hingga pelosok lainnya.

Memasuki usia ke-8 ini, YANB tidak sekadar merayakan angka, tetapi merefleksikan sebuah perjalanan iman, ketulusan, dan kerja nyata yang merangkul ribuan warga tanpa memandang latar belakang.

Refleksi Kepemimpinan: Suara Hati dari Dua Pilar YANB

Di usia satu dekade yang hampir mendekati satu dekade ini, para tokoh utama YANB menyampaikan pandangan, evaluasi, serta pesan mendalam yang merefleksikan napas perjuangan yayasan:

1. dr. Karl H. Silaen, Sp.M., MARS (Ketua YANB): “Tubuh yang Sehat, Jiwa yang Kuat untuk Bangsa” Sebagai nakhoda yang memimpin langsung pergerakan medis di lapangan, dr. Karl memandang usia 8 tahun ini sebagai momentum pemulihan total bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

“Prinsip kami sederhana namun fundamental: di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Layanan pengobatan gratis ini adalah investasi jangka panjang agar masyarakat kita memiliki ketahanan fisik dan mental dalam menghadapi tantangan hidup.

Kami ingin memastikan bahwa hak atas kesehatan tidak boleh terhalang oleh status sosial,” ungkap dr. Karl.

2. Sriwati Jenette (Pendiri/Pembina YANB): “Kitalah yang Menjadikan Bangsa Ini Terang” Dengan penuh keharuan dan ketulusan, Ibu Sriwati Jenette mengenang bagaimana penyertaan Tuhan memampukan YANB melewati berbagai rintangan selama delapan tahun.

Beliau menegaskan bahwa tantangan bangsa hari ini harus dijawab dengan aksi nyata, bukan keluh kesah. “Karena kemurahan Tuhan, YANB dimampukan untuk melayani sesama. Sebagian orang mungkin berkata bangsa ini sedang berada dalam kegelapan, namun sesungguhnya kitalah yang akan menjadikan bangsa ini terang, dengan bersatunya kita menebar kebaikan.

Perjalanan 8 tahun ini tidaklah mudah, tetapi berkat kasih dan sukacita dari Tuhan, kami dimampukan. Selagi kita masih kuat dan masih ada waktu, mari ulurkan tangan lewat tenaga, harta, dan apa pun yang Tuhan berikan. Doa kami, biarlah bangsa ini dipulihkan menjadi bangsa yang menjaga kebhinekaan menuju adil dan makmur,” tutur Ibu Jennete.

“Kebaikan Melintasi Suku dan Agama”

Dari sudut pandang kebangsaan dan moral, Tokoh Masyarakat asal Banten, KH. Embay Mulya Syarif*, memberikan pandangan yang sangat menyejukkan sekaligus menguatkan pilar kebhinekaan yayasan.

Beliau menegaskan bahwa kemanusiaan tidak pernah mengenal sekat identitas. “Dalam berbuat kebaikan, jangan pernah melihat latar belakang suku maupun agama yang berbeda.

Sebagai Tokoh Masyarakat Banten, Inilah esensi sejati dari pengabdian kepada sesama anak bangsa,” tegas KH. Embay Mulya Syarif, mengingatkan bahwa kolaborasi lintas iman dan budaya adalah kunci merawat persatuan Indonesia.

Jejak Kasih yang Terus Membentang Selama 8 tahun perjalanannya, YANB telah membuktikan bahwa kehadiran negara lewat tangan-tangan sukarelawan dan para dermawan mampu menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Ribuan pasien yang telah menerima layanan pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, hingga obat-obatan gratis di berbagai daerah kini merasakan manfaat nyata. Harapan besar dipanjatkan agar semangat dari perjalanan YANB ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut menabur kebaikan.

Testimoni dan rekam jejak video kegiatan yang dibagikan diharapkan mampu memotivasi masyarakat luas untuk bergerak bersama. dr. Karl H. Silaen, Sp.M., MARS (Ketua YANB) Sriwati Jenette (Pendiri/Pembina YANB).

Dirgahayu 8 Tahun YANB! Teruslah menjadi terang, merawat kesehatan, dan merajut persatuan demi Indonesia yang adil dan makmur.

+ There are no comments

Add yours