PORTAL INFOKOM — Gerakan Pemuda (GP) Ansor menegaskan komitmennya memperluas ruang aktualisasi generasi muda melalui olahraga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Ansor Cup 2026, Kejuaraan Tenis Meja Nasional yang digelar di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 15–16 Agustus 2026.
Kejuaraan yang mengusung semangat “Sportif Bertanding, Kuat Bersahabat” itu diikuti 441 peserta dari 83 klub tenis meja dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi tersebut juga diikuti peserta dari Australia, yang menandai terbukanya ruang partisipasi internasional dalam ajang yang digelar GP Ansor tersebut.
Ansor Cup 2026 diselenggarakan bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus 2026.
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Dr. H. Addin Jauharuddin, mengatakan keterlibatan organisasi dalam olahraga merupakan bagian dari upaya mendekatkan Ansor dengan dinamika generasi muda. Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan untuk mempertemukan anak muda dari berbagai latar belakang dalam suasana kompetitif yang sehat.
“Turnamen tenis meja ini diselenggarakan sebagai upaya keterlibatan Ansor dalam memperingati HUT ke-81 RI dan Muktamar NU. Ini kontribusi kita agar bangsa kita terus maju, sekaligus membangun persatuan dan kesatuan,” ujar Addin, Minggu (16/8).
Ansor Ingin Jadi Ruang Bertemunya Talenta Muda
Addin mengatakan GP Ansor ingin menjadi ruang bertemunya anak-anak muda yang memiliki talenta dan minat di berbagai bidang. Karena itu, kegiatan olahraga tidak dipandang semata-mata sebagai kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk menemukan dan mengembangkan potensi atlet muda.
“Ini menjadi medium masyarakat umum, tidak hanya dari kalangan nahdliyin, untuk merasakan kehadiran Nahdlatul Ulama. Ansor dalam hal ini menjadi jembatan atau hub bertemunya anak muda yang punya talenta dan bakat di bidang olahraga,” katanya.
Menurut Addin, penyelenggaraan kompetisi harus diikuti dengan pembinaan yang berkelanjutan. Atlet yang telah menunjukkan kemampuan dalam sebuah turnamen, kata dia, perlu mendapatkan ruang untuk terus mengasah keterampilan dan meningkatkan jenjang prestasinya.
“Ke depan, kegiatan-kegiatan seperti ini akan ditindaklanjuti dengan pembinaan, sehingga mimpi para atlet muda, skill dan kemampuan mereka tetap terjaga dan terus terasah. Sehingga juga tumbuh bibit atlet tenis meja di masa depan,” ujarnya.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa GP Ansor berupaya menempatkan olahraga sebagai bagian dari ekosistem pembinaan generasi muda. Kompetisi menjadi tahap awal untuk menemukan talenta, sementara pembinaan berkelanjutan diharapkan dapat mengantarkan atlet muda menuju level prestasi yang lebih tinggi.
Diikuti 441 Peserta dari 83 Klub
Ketua Panitia Ansor Cup 2026, Dr. Rangga Afianto, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat terhadap olahraga tenis meja sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas melalui kompetisi olahraga.
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri, salah satunya dari Australia. Kepanitiaan mencatat ada 441 peserta dengan total 83 klub tenis meja dari seluruh Indonesia yang memperebutkan piala pada masing-masing kategori dalam Ansor Cup 2026,” kata Rangga.

Ansor Cup 2026 mempertandingkan kelompok usia 13, 16, dan 20 tahun, baik putra maupun putri. Panitia juga menyediakan uang pembinaan bagi para juara dengan total mencapai Rp132 juta.
Rangga menegaskan, aspek kompetisi dalam Ansor Cup tetap berjalan beriringan dengan nilai persahabatan. Para atlet tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan terbaik di atas meja, tetapi juga menjaga sportivitas sepanjang pertandingan.
“Selama pertandingan para peserta menjunjung sportivitas. Lawan hanya ada di atas meja, selebihnya para pemain adalah sahabat,” ujar Rangga.
Pesan tersebut sekaligus menjadi ruh dari slogan Ansor Cup 2026, yakni Sportif Bertanding, Kuat Bersahabat. Melalui slogan tersebut, GP Ansor ingin menjadikan kompetisi sebagai ruang membangun karakter sekaligus memperluas jejaring persahabatan antargenerasi muda dari berbagai daerah.
Penutupan Dihadiri Sejumlah Pejabat
Ansor Cup 2026 ditutup dengan seremoni penyerahan hadiah kepada para juara. Prosesi penutupan dan pemberian penghargaan dilakukan oleh Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Suyadi Pawiro, Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf, serta Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Kehadiran sejumlah pejabat pemerintah tersebut turut menandai dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga yang memberikan ruang kompetisi dan pembinaan bagi atlet muda.
Bagi GP Ansor, Ansor Cup 2026 tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen. Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi membangun ruang aktualisasi bagi anak muda melalui kegiatan yang produktif, sekaligus mempertemukan talenta-talenta olahraga dari berbagai daerah.
Momentum tersebut juga menjadi bagian dari energi kepemudaan yang dibawa menuju Muktamar ke-35 NU di Jombang. Semangat menyongsong agenda besar organisasi, bagi Ansor, tidak hanya diwujudkan melalui forum dan konsolidasi, tetapi juga melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Daftar Juara Ansor Cup 2026
Pada kategori KU-13 Putra, Airlangga dari ONIC menjadi juara pertama, disusul Ar Rayyan (ONIC) sebagai juara kedua. Posisi juara ketiga bersama ditempati Fahmil (AIF) dan Jovan (ARWANA JAYA). Untuk KU-13 Putri, Sabrina (NHI) menjadi juara pertama, Salsa (ARWANA JAYA) juara kedua, sedangkan Nada dan Jaysi dari NN TTC berbagi posisi juara ketiga.
Di KU-16 Putra, Zayyid dari PB PELATNAS keluar sebagai juara pertama, sementara Radit dari ARWANA CITRA menjadi runner-up. Dafa (ARWANA JAYA) dan Barra (NHI) menempati juara ketiga bersama. Pada KU-16 Putri, Huli (PB PELATNAS) menjadi juara pertama, disusul Diska Andin (MAN 5 MALANG), sementara Rifda (ONIC) dan Princesska (NN TTC) berbagi posisi ketiga.
Untuk KU-20 Putra, Naufal (ONIC) meraih juara pertama, Fikri (GMO) juara kedua, serta Zayyid (PB PELATNAS) dan Kahfi (ARWANA JAYA) sebagai juara ketiga bersama. Sementara pada KU-20 Putri, Anis (GMO) menjadi juara pertama, Diska Andin (MAN 5 MALANG) juara kedua, dan posisi ketiga ditempati bersama oleh Elysa (ARWANA JAYA) serta Princessa (NN TTC).
Penyelenggaraan Ansor Cup 2026 menjadi penegasan bahwa olahraga dapat menjadi medium strategis bagi GP Ansor untuk mendekatkan organisasi dengan generasi muda. Dari meja pertandingan, lahir bukan hanya para juara, tetapi juga pengalaman, jejaring, sportivitas, dan peluang pembinaan atlet untuk masa depan.


+ There are no comments
Add yours