PORTAL INFOKOM – Terbentuk di Bandung pada 1995, Burgerkill mengambil nama dari parodi Burger King, mencerminkan gaya musik mereka yang agresif. Mereka telah menjadi pionir dalam mempopulerkan heavy metal di Indonesia.
Pada 2013, Burgerkill dinobatkan sebagai “Metal as F*ck” dalam Metal Hammer Golden Gods Awards di Inggris. Pada 2020, mereka masuk dalam daftar 50 band metal terbaik dunia versi majalah Metal Hammer, satu-satunya band Indonesia yang mendapat kehormatan ini.
Dikenal dengan penampilan panggung energik dan lirik kritis terhadap isu sosial, Burgerkill memiliki basis penggemar besar dan setia di dalam maupun luar negeri. Mereka telah tampil di festival musik metal terbesar dunia, seperti Wacken Open Air di Jerman (2015) dan Bloodstock Open Air di Inggris.
Burgerkill telah sukses di Eropa, Australia, dan Amerika Serikat, membawa nama Indonesia ke panggung internasional. Mereka mencatat sejarah dengan menggabungkan musik metal dengan orkestra dalam konser “DCDC x Hellshow Killchestra” di Bandung pada 2018. Album mini “Killchestra” yang dirilis pada 2020 memperkuat posisi mereka sebagai pelopor inovasi musik metal di Indonesia.
Awalnya memainkan lagu band hardcore, mereka merilis singel pertama melalui label independen dan berpartisipasi dalam berbagai kompilasi. Pada 1999, mereka menandatangani kontrak dengan Anak Liar Records Malaysia untuk album “Three Ways Split”. Album debut mereka, “Dua Sisi”, dirilis pada 2000 dan segera habis terjual. Mereka juga berkolaborasi dalam album kompilasi “Ticket To Ride” untuk penggalangan dana taman papan luncur di Bandung.
Pada 2001, Burgerkill menjalin kerjasama dengan Puma dan kemudian dengan INSIGHT, perusahaan pakaian asal Australia.
Burgerkill bukan hanya band metal; mereka adalah ikon yang membawa nama Indonesia ke kancah musik internasional. Dengan dedikasi dan inovasi, Burgerkill terus mengukir sejarah dalam dunia musik metal.


+ There are no comments
Add yours