PORTAL INFOKOM — Pemerintah Kabupaten Bangkalan menerima kunjungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam rangka rangkaian kegiatan napak tilas Hari Lahir (Harlah) ke-92. Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, di Pendopo Agung Bangkalan.
Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Addin Jauharudin beserta jajaran pengurus wilayah dan cabang. Bupati Lukman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Bangkalan sebagai titik awal rangkaian kegiatan, mulai dari napak tilas, ziarah akbar, hingga gowes menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang.

“Ini momentum penting untuk mengenang tonggak sejarah perjuangan para ulama, khususnya Syaikhona Kholil Bangkalan dan KH Hasyim Asy’ari, yang menjadi bagian penting lahirnya Nahdlatul Ulama dan GP Ansor,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi kader Ansor untuk terus melanjutkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan agama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah kubro di makam Syaikhona Kholil Bangkalan di Martajasah. Selanjutnya, digelar Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor serta dialog antara pengurus cabang dan pusat di Pendopo Agung Bangkalan.

Kegiatan ditutup dengan gowes napak tilas dari Bangkalan menuju Jombang sejauh lebih dari 120 kilometer. Program bertajuk “berSEPEDA” (Satukan Energi Pemuda Indonesia) ini digagas langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor sebagai simbol konsolidasi dan semangat kebersamaan kader.
Addin Jauharudin menyampaikan bahwa bersepeda memiliki filosofi mendalam dalam berorganisasi. “Bersepeda mengajarkan keseimbangan, kekuatan, dan kebersamaan. Organisasi juga harus dijalankan dengan soliditas serta visi dan tujuan yang sama,” ungkapnya.
Perjalanan gowes tersebut menjadi sorotan, karena Addin menempuh rute Bangkalan–Jombang secara manual dengan jarak sekitar 130 kilometer dalam waktu kurang lebih 14 jam. Hal ini dinilai sebagai simbol ketangguhan sekaligus pesan kuat tentang semangat pengabdian kader Ansor.
Selain kader Ansor, kegiatan ini juga diikuti berbagai elemen pemuda dan komunitas, termasuk unsur TNI serta organisasi kepemudaan lintas latar belakang. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat persatuan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Setibanya di Jombang, rombongan melanjutkan ziarah ke makam KH Abdul Wahab Hasbullah di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas. Prosesi ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada keluarga dzuriyah sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh ulama.
Momentum Harlah ke-92 ini menjadi pengingat bahwa GP Ansor bukan sekadar organisasi, tetapi wadah perjuangan yang mengemban nilai keislaman dan kebangsaan. Dari ziarah hingga kayuhan sepeda, seluruh rangkaian kegiatan menjadi simbol bahwa Ansor akan terus bergerak, bersatu, dan berkhidmat untuk Indonesia.


+ There are no comments
Add yours