Social Distortion Rilis Album Baru Born to Kill, Angkat Lagu Era 1996 yang Sempat Tertunda

PORTAL INFOKOM – Band punk rock legendaris Social Distortion dipastikan akan kembali menyapa penggemarnya lewat album terbaru bertajuk Born to Kill yang dijadwalkan rilis pada 8 Mei melalui Epitaph Records.

Album ini menarik perhatian karena menghadirkan dua lagu lama yang sempat “terkubur” sejak era rekaman White Light, White Heat, White Trash pada 1996.

Dua lagu tersebut adalah “No Way Out” dan “Don’t Keep Me Hanging On”. Keduanya awalnya ditulis saat proses penggarapan album White Light, namun gagal masuk ke daftar final lagu karena keterbatasan waktu produksi.

Vokalis sekaligus pendiri band, Mike Ness, mengungkapkan kisah di balik lagu-lagu tersebut dalam wawancara terbaru bersama Paul Cashmere untuk Noise11.

“Saya bisa memberi tahu bahwa ada dua lagu yang tersisa dari demo White Light. ‘No Way Out’ dan ‘Don’t Keep Me Hanging On’ adalah lagu-lagu yang tidak sempat saya selesaikan tepat waktu untuk proses rekaman album White Light,” ujar Ness.

Menurutnya, lagu-lagu itu sebenarnya tidak pernah dianggap buruk oleh band. Namun karena jadwal produksi yang ketat, materi tersebut akhirnya disimpan dan terlupakan selama bertahun-tahun.

“Seperti banyak ide lainnya, lagu-lagu itu hanya didorong ke sudut dan tidak masuk ke album. Bukan karena kualitasnya kurang bagus, hanya saja kami tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan semuanya,” lanjut Ness.

Nostalgia Era Keemasan Social Distortion

Kembalinya materi lama ke dalam Born to Kill dipandang sebagai bentuk nostalgia bagi penggemar lama Social Distortion. Album White Light, White Heat, White Trash sendiri dikenal sebagai salah satu rilisan penting band pada era 1990-an dan memperkuat karakter punk rock bercampur roots rock khas mereka.

Dengan menghadirkan lagu yang sempat tertunda hampir tiga dekade, Born to Kill diperkirakan akan menjadi proyek emosional sekaligus historis bagi perjalanan karier band.

Selain membawa nuansa klasik, album ini juga disebut akan memperlihatkan bagaimana ide-ide lama milik Mike Ness akhirnya menemukan bentuk terbaiknya setelah bertahun-tahun tersimpan.

Album Born to Kill Jadi Penantian Penggemar Punk Rock

Pengumuman album baru ini langsung memicu antusiasme penggemar punk rock dan alternative rock di berbagai platform musik. Banyak yang penasaran bagaimana versi final dari lagu-lagu era 1996 tersebut akan terdengar setelah melewati proses penyempurnaan panjang.

Kehadiran Born to Kill juga menjadi penanda bahwa Social Distortion masih konsisten mempertahankan eksistensi mereka di industri musik internasional, meski telah melewati beberapa dekade perjalanan karier.

Album terbaru mereka dijadwalkan resmi meluncur pada 8 Mei mendatang melalui Epitaph Records.

+ There are no comments

Add yours