PORTAL INFOKOM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan Maftuh (10), seorang anak asal Karangmangu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, yang hanyut terbawa arus saat mandi di Sungai Kalianyar, Desa Kebarongan, Kecamatan Kemranjen, Banyumas. Korban ditemukan pada Kamis (23/10/2025) pagi, setelah dua hari dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan.
Menurut keterangan Kepala Kantor Basarnas Banyumas, Edy Cahyono, proses pencarian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada Rabu malam (22/10/2025) pukul 20.00–23.00 WIB, namun belum membuahkan hasil karena kondisi gelap dan arus sungai yang deras.

“Setelah koordinasi, pencarian dilanjutkan pada Kamis pagi pukul 07.00 WIB dengan memperluas area penyisiran,” ujar Edy dalam keterangan tertulis, Kamis (23/10/2025).
Dua Hari Pencarian Intensif
Pada hari kedua, tim SAR gabungan menerapkan tiga metode pencarian, yaitu:
- Penyisiran menggunakan perahu karet (LCR) sejauh 3 kilometer dari titik awal korban hanyut,
- Body rafting di aliran Sungai Kalianyar, dan
- Penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai.
Upaya pencarian dilakukan dengan melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi dan organisasi relawan. Sekitar pukul 08.00 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 3 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di Karangmangu, Kroya, untuk dimakamkan.
Melibatkan Banyak Unsur
Operasi pencarian ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain Basarnas Banyumas, BAGANA Banyumas, Koramil Kemranjen, Polsek Kemranjen, Pemerintah Desa Kebarongan, Damkar Banyumas, MDMC Banyumas, Eslan, Serayu Rescue, serta masyarakat setempat.
Koordinasi lintas instansi berjalan baik berkat komunikasi intensif di lapangan. “Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi seluruh pihak yang telah membantu hingga korban berhasil ditemukan,” tambah Edy.
Kronologi Kejadian
Diketahui, peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu sore (22/10/2025). Saat itu Maftuh tengah mandi bersama beberapa temannya di Sungai Kalianyar. Kondisi arus yang deras akibat hujan di wilayah hulu membuat korban terpeleset dan terbawa arus.
Rekan-rekan korban yang panik segera meminta pertolongan warga sekitar. Laporan kemudian diteruskan ke aparat desa dan Basarnas Banyumas untuk dilakukan pencarian.
Peringatan untuk Warga
Basarnas Banyumas mengimbau masyarakat agar lebih waspada beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada musim hujan ketika debit air meningkat.
“Air sungai yang tampak tenang sering menipu. Arus bawah bisa sangat kuat dan berbahaya. Kami minta orang tua agar tidak membiarkan anak-anak bermain di sungai tanpa pengawasan,” ujar Edy.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di aliran sungai, khususnya di wilayah yang sering mengalami peningkatan debit air mendadak.
