LBH Ansor Tekankan Pentingnya Pencegahan TPPO

PORTAL INFOKOM – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyelenggarakan seminar bertajuk “Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)” pada 31 Mei di Aula Bung Hatta Gedung Pascasarjana UNJ. Seminar ini menekankan pentingnya pemahaman bersama mengenai TPPO.

Ketua LBH Ansor, Dendy Zuhairil Finsa, menjadi salah satu narasumber utama dalam acara ini, bersama dengan Prof. Hafid Abbas, mantan Ketua Komnas HAM periode 2012-2017, dan Aznil Tan, Direktur Migran Watch. Seminar ini dimoderatori oleh Syaifudin, dosen muda dari Pendidikan Sosiologi UNJ.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyatakan kegembiraannya atas sosialisasi ini dan menekankan pentingnya kerjasama untuk menangani kasus TPPO yang sering menimpa perguruan tinggi. “Kita mendorong kampus untuk mensukseskan,” ujar Prof. Komarudin.

Kepala BP2MI, Beni Rhamdani, dalam pidato kuncinya, memaparkan secara detail risiko eksploitasi yang dihadapi pekerja migran Indonesia. Ia menyoroti bahwa 80% korban TPPO adalah perempuan dan ibu-ibu, dan menekankan pentingnya perubahan fundamental dalam cara pandang dan perlakuan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menurutnya, biaya yang ditanggung PMI seharusnya menjadi tanggung jawab negara.

Beni juga menekankan perlunya komitmen kuat dalam pelaksanaan undang-undang terkait TPPO dan pentingnya kerjasama dengan perguruan tinggi. “BP2MI akan memfasilitasi anak bangsa yang memiliki mimpi bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Prof. Komarudin menyambut baik kerjasama ini dan menegaskan bahwa UNJ mendukung penuh sosialisasi TPPO untuk melindungi lulusannya dari ancaman perdagangan orang. “Mereka harus terhindar dari kasus TPPO ini,” katanya.

B.C

+ There are no comments

Add yours