PORTAL INFOKOM – Ketika berbicara tentang musik punk dan peran perempuan di dalamnya, banyak orang langsung teringat pada gerakan Riot Grrrl di era 1990-an dengan band seperti Bikini Kill atau L7, atau bahkan band punk klasik 1970-an yang dipimpin vokalis perempuan seperti X-Ray Spex, The Slits, The Raincoats, hingga The Pretenders. Namun, jauh sebelum itu, Indonesia ternyata sudah memiliki all-girl rock band yang musiknya bertenaga, keras, dan stripped down ala proto punk: Dara Puspita.
Dibentuk di Surabaya (1964)
Dara Puspita lahir pada 1964 di Surabaya, Jawa Timur, beranggotakan Titiek Adji Rachman (gitar), Susy Nander (drum), Lies Adji Rachman (gitar), dan Titiek Hamzah (bass). Di tengah arus musik pop dan keroncong yang dominan, mereka hadir dengan warna berbeda: musik rock yang energik, bising, dan penuh teriakan.
Lagu-lagu seperti “Pesta Pak Lurah” atau “Bertamasja” menghadirkan energi mentah yang sangat mirip dengan garage punk. “Bertamasja,” misalnya, punya vibe yang sejajar dengan musik The Stooges—band legendaris Iggy Pop dari Amerika—baik dari segi energi maupun tematik, yaitu kebebasan dan perjalanan. Nuansanya juga mengingatkan pada Shonen Knife, band rock perempuan asal Jepang yang belakangan digemari Kurt Cobain.
Manifestasi Energi Anak Muda 60-an
Dara Puspita bukan hanya sekadar band pop-rock perempuan pertama di Indonesia, melainkan juga cerminan energi muda era 1960-an. Mereka tampil dengan musik yang keras, lugas, dan penuh semangat, sebuah gaya yang kini kerap dikategorikan sebagai proto punk—genre musik yang menjadi jembatan sebelum lahirnya punk rock di pertengahan 1970-an.
Jika dunia musik sering menyebut The Velvet Underground, MC5, The Stooges, The Kinks, New York Dolls, Link Wray, atau Death sebagai pelopor proto punk, maka Dara Puspita patut ditempatkan dalam diskusi yang sama. Keberanian mereka memainkan musik keras, bertenaga, dan tanpa kompromi di tengah kultur yang masih konservatif menjadikan mereka salah satu pionir proto punk—bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia.
Warisan yang Layak Dikenang
Meski sering dikenang sebagai band pop-rock perempuan pertama dari Indonesia, perspektif lain menempatkan Dara Puspita sebagai pionir proto punk perempuan. Mereka menciptakan musik yang predate (mendahului) munculnya band-band punk perempuan di dunia.
Kini, ketika sejarah musik punk dan proto punk ditelusuri, sudah saatnya nama Dara Puspita dimasukkan dalam peta besar itu. Mereka adalah bukti bahwa semangat “loud, fast, stripped down, and energetic” dalam musik sudah pernah dimainkan perempuan Indonesia jauh sebelum dunia mengenalnya lewat Riot Grrrl atau punk 70-an.


+ There are no comments
Add yours