“Ketegangan Memuncak: Seruan ‘Perang’ Tommy Kurniawan Picu Reaksi Banser dan Pagar Nusa”

PORTAL INFOKOM – Situasi memanas setelah Tommy Kurniawan, Ketua Umum Garda Bangsa, mengeluarkan seruan “perang” kepada GP Ansor dan Pagar Nusa pada Sabtu, 31 Agustus 2024. Seruan ini segera mendapat tanggapan serius dari Kasatkornas Banser, Gus Syafiq, yang mempertanyakan maksud dari pernyataan tersebut.

Dalam responsnya, Gus Syafiq menegaskan kesiapan Banser dan Pagar Nusa untuk merespon tantangan tersebut, meski ia menilai bahwa masalah PKB adalah urusan internal. Sekjen PP GP Ansor, H. A. Rifqi Al Mubarok, bahkan menginstruksikan pasukan Banser untuk melakukan tabayun (klarifikasi) langsung kepada Tommy Kurniawan.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, pada Selasa malam, 3 September 2024, pasukan Banser dan Pagar Nusa bergerak cepat mendatangi kantor Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa di Jakarta Selatan. Namun, setibanya di lokasi yang terdaftar di Google Maps sebagai kantor DKN Garda Bangsa, mereka justru menemukan kantor dalam keadaan kosong melompong. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana.

“Kami sudah mendatangi alamat yang terdaftar di Google Maps sebagai DKN Garda Bangsa, tapi ternyata alamatnya fiktif. Tidak ada aktivitas apapun di sini. Kami juga sudah mencoba menghubungi Tommy Kurniawan, tapi sampai sekarang belum ada balasan,” ujar Jonathan Latumahina, salah satu anggota Banser yang hadir di lokasi.

Keadaan ini tentu saja menambah ketidakpastian di tengah situasi yang sudah tegang. Banser dan Pagar Nusa kini menunggu komando selanjutnya untuk menentukan langkah berikutnya. Jonathan Latumahina menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pimpinan GP Ansor untuk menindaklanjuti insiden ini.

Sebelumnya, pada Senin, 2 September 2024, Gus Rifqi, Sekjen PP GP Ansor, telah mengeluarkan pernyataan yang cukup keras, menyatakan kesiapan Banser jika benar-benar ada keinginan dari pihak Tommy Kurniawan untuk berperang. “Kalau nanti memang mau perang, segera saja! Tentukan tempatnya di mana, pasti akan kita respon!” tegas Gus Rifqi.

Dengan kondisi kantor DKN Garda Bangsa yang ternyata fiktif dan belum ada tanggapan dari Tommy Kurniawan, situasi ini masih jauh dari kata selesai.

+ There are no comments

Add yours