Kramat Sentiong, Jejak Pemakaman Tionghoa di Tengah Padatnya Jakarta

PORTAL INFOKOM — Kawasan Kramat Sentiong di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, menyimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan Batavia dan keberadaan komunitas Tionghoa.

Nama Sentiong diyakini berasal dari istilah Hokkien sin-thióng (新冢), yang berarti “makam baru”. Pada masa kolonial, kawasan ini disebut pernah menjadi salah satu area pemakaman atau bong bagi masyarakat Tionghoa di Batavia. Keberadaan pemakaman tersebut kemudian melekat dalam ingatan masyarakat dan menjadi asal penyebutan “Sentiong”.

Sementara itu, istilah Kramat berkaitan dengan kata keramat, yang merujuk pada sesuatu yang dianggap sakral atau dihormati. Asal-usulnya memiliki sejumlah versi, antara lain dikaitkan dengan keberadaan makam tokoh yang dihormati masyarakat.

Sejumlah cerita lisan juga mengaitkan kawasan sekitar Kramat Sentiong dengan kekerasan pada masa pendudukan Jepang. Namun, sebagian kisah tersebut masih merupakan sejarah lisan sehingga perlu dibedakan dari fakta yang didukung arsip sejarah.

Setelah kemerdekaan, pertumbuhan penduduk Jakarta dan kebutuhan lahan perkotaan mendorong perubahan fungsi kawasan. Lahan pemakaman secara bertahap berkurang dan sebagian makam dipindahkan. Kawasan tersebut kemudian berkembang menjadi permukiman padat, pusat aktivitas ekonomi, serta bagian dari jaringan transportasi Jakarta.

Kini, jejak pemakaman masa lalu hampir tidak terlihat. Namun, nama Kramat Sentiong tetap bertahan sebagai pengingat salah satu lapisan sejarah Jakarta.

Pada April 2024, nama Kramat Sentiong juga sempat menjadi bahan candaan di media sosial. Sejumlah warganet mengusulkan agar nama halte TransJakarta Kramat Sentiong diubah menjadi “Kramat Shin Tae-yong”, menyusul popularitas pelatih tim nasional Indonesia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.

Dari kawasan pemakaman di masa Batavia hingga menjadi permukiman padat Jakarta modern, Kramat Sentiong menunjukkan bagaimana sebuah nama tempat dapat bertahan meski wajah kotanya terus berubah.

+ There are no comments

Add yours