Api melanda kawasan Perhutani di petak 13.F dan 13.G. Angin kencang, cuaca panas, serta asap pekat membuat proses pemadaman berlangsung dalam kondisi berisiko.
PORTAL INFOKOM — Kebakaran hutan melanda kawasan Perhutani di Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Api yang dilaporkan muncul sejak Selasa malam, 22 September 2026, hingga Rabu siang masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kebakaran terjadi di petak 13.F dan 13.G, BKPH Kedu Selatan, RPH Ngadisono, KPH Purworejo. Berdasarkan laporan sementara, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 4 hingga 7 hektare dan masih dalam tahap lokalisasi oleh Perhutani.
Informasi mengenai kebakaran pertama kali diterima dari warga sekitar pada Selasa, 22 September 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Wonosobo bersama unsur gabungan melakukan koordinasi dan mengerahkan personel ke lokasi. Pemadaman melibatkan Kecamatan Kaliwiro, Koramil, Polsek, Perhutani, pemerintah desa, relawan, warga, serta unsur terkait lainnya.

Upaya pemadaman pada hari pertama dilakukan secara manual menggunakan metode gepyok dan pembuatan sekat bakar untuk membatasi pergerakan api.
Namun, kondisi di lapangan membuat operasi harus dihentikan sementara. Sekitar pukul 00.00 WIB, tim ditarik karena situasi dinilai membahayakan keselamatan personel. Api terus meluas, sementara sejumlah pohon tumbang akibat terbakar dan angin bertiup cukup kencang.
Pemantauan dilakukan hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Hasil pemantauan menunjukkan titik api masih belum sepenuhnya padam. Tim kemudian melakukan evaluasi dan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Pemadaman Hari Kedua Terkendala Angin dan Asap
Operasi kembali dilanjutkan pada Rabu, 23 September 2026. Apel dan pembagian tim dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB sebelum personel bergerak ke titik-titik pemadaman.
Tim menggunakan tiga metode, yakni gepyok, penyemprotan air, dan pembuatan sekat untuk mengendalikan kobaran api.
Namun, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG yang tercantum dalam laporan operasi, suhu pada siang hari mencapai sekitar 31 derajat Celsius, dengan kecepatan angin hingga 9 kilometer per jam dari arah tenggara.
Sekitar pukul 14.00 WIB, api masih belum berhasil dipadamkan. Tim kemudian ditarik kembali ke posko karena kondisi di lapangan dinilai cukup berbahaya.
Kobaran api masih berpotensi meluas. Angin yang cukup kencang dan cuaca panas membuat proses pengendalian api semakin sulit. Di sisi lain, asap pekat mengganggu jarak pandang dan pernapasan personel di lokasi.
“Tim ditarik ke posko karena kondisi di lapangan cukup membahayakan. Kebakaran masih meluas, sementara cuaca panas, angin cukup kencang, dan asap pekat mengganggu pernapasan serta penglihatan.”
Posko penanganan kebakaran dipusatkan di Gedung Serbaguna Desa Kaliguwo.
Operasi Dilanjutkan Kamis
Penanganan kebakaran dijadwalkan kembali dilakukan pada Kamis, 24 September 2026. Apel pagi dan pembagian tim dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB.
Operasi hari ketiga tetap menggunakan metode gepyok, penyemprotan air, dan pembuatan sekat bakar untuk menekan penyebaran api dan mengendalikan titik-titik yang masih terbakar.

Sejumlah unsur terlibat dalam operasi tersebut, mulai dari BPBD, Polres Wonosobo, Kecamatan Kaliwiro, Koramil dan Polsek Kaliwiro, Yonif TP 444/Satria Setjonegoro, Perhutani, Pemerintah Desa Kaliguwo, warga, hingga relawan dari RPB Kaliwiro, RPB Leksono, RPB Kepil, dan RPB Kejajar.
Personel Bagana juga turut diterjunkan dalam operasi penanganan kebakaran tersebut.
Hingga laporan terakhir pada Rabu, proses pemadaman masih berlangsung dan kondisi kebakaran terus dipantau oleh tim gabungan. Prioritas operasi diarahkan pada pengendalian penyebaran api sekaligus memastikan keselamatan personel yang berada di lokasi.


+ There are no comments
Add yours